Penerapan tekhnologi sistem informasi
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP
AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI
AKUNTANSI
Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia
saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi
telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-
kegiatan bisnis yang, memberikan andil besar
terhadap perubahanperubahan mendasar bagi
struktur, operasi dan manajemen organisasi. Jenis
pekerjaan dan tipe pekerja yang dominan di Jaman
Teknologi Informasi adalah otonomi dan wewenang
yang lebih besar dalam organisasi. Boundaryless
organization adalah kondisi organisasi yang
digunakan dalam teknologi informasi dengan batas-
batas horisontal, vertikal, eksternal dan geografis
yang sehat. Menipisnya batas horisontal
mengakibatkan berkurangnya birokrasi sehingga
organisasi menjadi lebih datar, dan karyawan
menjadi lebih berdaya (empowered employees) dan
menjadikan terwujudnya kerja sama lintas
fungsional dalam memenuhi kebutuhan customers
yang kompleks. Menipisnya batas eksternal
menjadikan perusahaan lebih berfokus ke
penyediaan produk dan jasa yang menjadi
kompetensi intinya (care competence). Untuk
memenuhi kebutuhan customers yang kompleks,
perusahaanmembangun jejar ing organi s a s i
(organization network), yang di dalamnya setiap
perusahaan menjadi anggota jejaring sehingga
mampu menghasilkan value terbaik bagi customers,
karena koordinasi tidak lagi dijalankan melalui
”command and control mode” namun koordinasi
dilaksanakan melalui komunikasi, persuasi dan
kepercayaan (trust). Kekohesivan organisasi
yang menggunakan tim lintas fungsional, dan yang
mempekerjakan karyawan yang berdaya, serta
yang menggunakan jejaring organisasi dalam
mewujudkan tujuan organisasi ditentukan dari
seberapa jelas misi dan visi organisasi dirumuskan
dan keberhasilan pengomunikasian strategi tersebut
kepada seluruh personel organisasi dan seluruh
organisasi dalam jejaring.
Pemberdayaan karyawan yang dilandasi oleh trust-
based relationship antar manajer dan karyawan
menjadikan Information sharing dapat meningkatkan
tuntutan tentang otonomi dan wewenang di
kalangan karyawan,Persuasi menjadi pilihan untuk
menggantikan komando, karena knowledge workers
menjadi dominan dalam mewujudkan visi
organisasi. dalam memacu
komitmen karyawan untuk mengubah strategi
menjadi tindakan nyata.
Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat
dirasakan oleh manusia seperti:
1. Teknologi informasi melakukan otomasi
terhadap suatu tugas atau proses yang
menggantikan peran manusia.
2. Teknologi informasi berperan dalam
restrukturisasi terhadap peran manusia yang
melakukan perubahan-perubahan terhadap
sekumpulan tugas atau proses.
3. Teknologi informasi memiliki kemampuan
untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang
berbeda dalam organisasi dan menyediakan
banyak informasi ke manajer.
4. Teknologi informasi juga memengaruhi
antarmuka-antarmuka organisasi dengan
lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok.
5. Teknologi informasi dapat digunakan
membentuk strategi untuk menuju keunggulan
yang kompetitif (O’Brien, 1996), antara lain:
1. Strategi biaya
Meminimalisir biaya/ memberikan harga yang lebih
murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari
pemasok.
1. Strategi diferansiasi
Mengembangkan cara-cara untuk membedakan
produk/ jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap
pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/
jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
1. Strategi inovasi
Memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau
membuat perubahan yang radikal dalam proses
bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan
yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
1. S t r a t e g i p e r t u m b u h a n
Mengembangkan kapasitas produksi secara
signifikan, melakukan ekspansi ke dalam
pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/
jasa bam, atau mengintegrasikan ke dalam produk/
jasa yang terkait.
1. Strategi aliansi
Membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru
dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan,
dan lain-lain.
Namun ironisnya, pesatnya perkembangan teknogi
informasi tersebut awal mulanya bertolak belakang
dengan sudut pandang Auditor yang menilai bahwa
hubungan bisnis yang wajar adalah jika
dilaksanakan berdasarkan falsafah arm’s length
transaction-yaitu transaksi antara pihakpihak yang
bebas atau independen. Hubungan istimewa (atau
dikenal dengan related party transaction) diyakini
auditor sebagai transaksi yang dapat menimbulkan
ketidakwajaran angka yang dicatat dalam catatan
akuntansi. Padahal transaksi bisnis yang
didasarkan atas arm’s-length transaction dan nilai
dasar ketidakpercayaan merupakan hubungan
bisnis jangka pendek. Masing-masing pihak hanya
mengusahakan agar pada saat transaksi bisnis
terjadi, mereka yang terkait mampu bersikap
businesslike, sehingga masing-masing pihak dapat
memperoleh manfaat dari transaksi yang
dilaksanakan. Apakah di kemudian hari pihak-pihak
yang terkait sekarang akan melaksanakan bisnis,
tergantung dari penentuan syarat-syarat
independensi pada saat transaksi yang akan terjadi
di masa yang akan datang tersebut sedangkan
kemitraan Usaha (Partnered Relationship) untuk
mendobrak mitos tersebut harus menitikberatkan
pada trust building dan core competency di dalam
membangun hubungan kemitraan, baik di dalam
organisasi perusahaan (antara manajer dengan
karyawan dan antar fungsi dalam organisasi)
maupun di antara perusahaan dengan para
pemasok dan mitra bisnisnya.
Sumber: http://nadiapritta.blogspot.com/2010/01/
peranan-teknologi-informasi-terhadap.html
TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI DALAM
MANAJEMEN
Di jaman sekarang ini globalisasi tidak hanya dalam
dunia bidang ekonomi saja, lebih penting dari hal itu
adalah globalisasi dalam bidang informasi. Dengan
adanya perkembangan teknologi yang lebih sering
disebut dengan Teknologi Informasi membuat
seolah dunia ini tanpa batas. Peristiwa yang terjadi
di manca negara dalam hitungan detik sudah bisa
kita ketahui. Semua itu bisa terjadi karena adanya
peran teknologi di dalamnya. Teknologi khususnya
di bidang informasi memegang peranan penting bagi
terciptanya kondisi tersebut. Informasi sudah
menjadi kebutuhan pokok bagi setiap masyarakat di
dunia dalam berbagai kepentingan, baik sosial,
politik pertahanan dan keamanan maupun bisnis.
Bagi sebuah lembaga yang besar kecepatan dan
ketepatan informasi sudah menjadi hal yang wajib di
mana hal ini akan sangat menentukan berbagai
langkah yang akan diambil oleh lembaga tersebut.
Di dunia bisnis, informasi pasar yang menyangkut
perkembangan harga, ketersediaan bahan dan
peluang pasar akan sangat menentukan
perkembangan perusahaan.
Kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan arus
informasi tidak akan bisa terwujud tanpa peran
sebuah teknologi di bidang informasi. Beberapa
negara maju bahkan sudah menerapkan teknologi
tersebut sebagai perangkat pokok dalam rangka
mendukung kinerja pemerintah.
Tujuan mempergunakan Teknologi Informasi (TI)
Dewasa ini teknologi informasi sudah dipergunakan
oleh beberapa perusahaan besar untuk mendukung
operasional perusahaan, dari urusan pekerja,
produksi hingga ke masalah pemasaran. Penerapan
teknologi informasi dari berbagai lembaga
mempunyai tujuan yang berbeda-beda, tergantung
dari visi dan misi lembaga tersebut. Secara umum
tujuan penggunaan teknologi informasi adalah
(Syopiansyah, 2008) untuk mempermudah sebuah
lembaga dalam mengelola lembaga tersebut secara
lebih efektif dan efisien dan merubah cara-cara
dalam berbisnis
Efisiensi
Dengan penggunaan Teknologi informasi diharapkan
terjadi proses efisiensi, dimana berbagai tahapan
dalam pelaksanaan kegiatan tidak lagi
membutuhkan waktu yang lama, biaya yang mahal
dan tidak mengenal jarak. Hal ini akan
mempermudah dan mempercepat kinerja sebuah
lembaga dalam mengambil keputusan.
Efektif
Dengan informasi yang tepat dan akurat sebuah
lembaga bisa lebih mengontrol kinerjanya dalam
mencapai sasaran yang telah ditetapkan, sehingga
sesuai dengan target yang telah disepakati.
Teknologi informasi memungkinkan kita untuk
melakukan aktifitas bisnis selama 24 jam terus
menerus, batas antar negara menjadi makin sempit,
bahkan batasan waktu pun menjadi makin hilang.
Penggunaan teknologi informasi dengan benar
memungkinkan kita untuk bekerja melampaui
rantai-rantai bisnis yang dalam Era Ekonomi Lama
cukup panjang, birokratis dan mahal. Informasi
mampu mengubah pola bisnis secara radikal, yang
memungkinkan setiap perusahaan memiliki akses
usaha dalam skala internasional.
Transformasi
DenganTeknologi informasi dengan sendirinya akan
terjadi proses transformasi, di mana cara kerja
konvensional dan tradisional dengan sendirinya
akan tergantikan olehnya. Sebagai sebuah contoh,
penyampaian sebuah surat tidak harus melalui kurir
yang akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya
yang lebih, tetapi dengan teknologi yang digunakan
akan mempermudah komunikasi seperti yang kita
inginkan tanpa kita harus pergi dari tempat duduk.
Sumberdaya dalam Teknologi Informasi
Dalam mencapai suatu tujuan harus didukung
dengan sumberdaya yang cukup memadai.
Penerapan teknologi informasi harus didukung
dengan berbagai sumberdaya yang harus dipenuhi
untuk mencapai sasaran seperti yang diharapkan.
Beberapa sumberdaya tersebut adalah :
1. Perangkat Keras
Mencakup perangkat komputer beserta
perlengkapannya. Pemenuhan spesifikasi
komputer akan sangat menentukan kinerja
perangkat tersebut.
2. Perangkat Lunak
Yang dimaksud perangkat lunak di sini adalah
software atau aplikasi komputer yang digunakan.
Pemilihan aplikasi komputer harus sesuai degan
maksud dantujuan sebuah organisasi. Sebagai
contoh, penerapan software untuk sebuah sistem
informasi manajemen kepegawaian akan sangat
jauh berbeda dengan sebuah sistem yang
digunakan untuk pemasaran.
1. Brainware/Sumberdaya Manusia
Adanya perangkat keras dan perangkat lunak tidak
akan dapat bekerja dengan tanpa ada orang yang
mengoperasionalkannya. Orang yang sudah terlatih,
mengerti dan memahami karaktertistik sebuah
sistem akan sangat menentukan keberhasilan dari
penerapan sebuah sistem, artinya tidak sembarang
orang bisa mengoperasionalkan sistem tersebut
tanpa dibekali sebuah pengetahuan yang cukup.
1. Pemilihan model/bentuk/jenis Sistem
Informasi
Pemilihan sudah barang tentu akan
mempertimbangkan berbagai kelebihan, kekurangan
serta resiko yang akan dihadapi, sehingga berbagai
hal yang akan mempunyai dampak merugikan
terhadap organisasi akan dapat
diminimalisir.Penyiapan dan Pemilihan
SumberdayaTahapan, selanjutnya adalah
menyiapan segala sarana dan prasarana yang
dibutuhkan termasuk sumberdaya manusia yang
diperlukan. Hal ini untuk menghindari pemakaian
teknologi yang tidak tepat sasaran ataupun sia-sia.
1. Perencanaan Strategis Sistem Informasi
Teknologi berkembang sangat cepat, begitu pula
dengan sebuah sistem. Penggunaan sebuah sistem
harus selalu mengikuti perkembangan.
Perkembangan sebuah sistem diperlukan dalam
rangka pelayanan kepada pihak luar. Berbagai
kemudahan dan fasilitas disediakan seiring dengan
perkembangan teknologi yang bersangkutan. Dalam
mengembangkan sebuah sistem diperlukan sebuah
perencanaan yang matang, sebuah perencanaan
strategis yang mencakup berbagai aspek dan
melibatkan berbagai pihak untuk menanganinya.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi diperlukan
agar sebuah organisasi dapat mengenali target
terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan
sistem informasi manajemen dan menolong untuk
memaksimalkan hasil dari investasi pada bidang
teknologi informasi. Sebuah sistem informasi yang
dibuat berdasarkan Perancangan Startegis Sistem
Informasi yang baik, akan membantu sebuah
organisasi dalam pengambilan keputusan untuk
melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan
pencapian bisnisnya.
Sumber: http://syopian.net/blog/?p=864
Pengembangan sistem informasi berbasis teknologi
informasi
Implementasi sistem informasi berbasis teknologi
informasi dalam bidang tertentu juga sudah sangat
tertinggal apabila hanya sekedar membuat otomatis
tetapi belum dapat bersinergi antara suatu sub
sistem informasi dengan sub sistem informasi
lainnya. analoginya seperti halnya kita sehari-hari
dirumah tidak akan dapat hidup tanpa
berkomunikasi dengan lingkungan. (biasa hal ini
dalam teknologi informasi dikenal dengan enterprise
system yang terintegrasi). apabila kerangka pikir
pengguna di level manajemen atas dan menengah
sudah berusaha untuk ideal dalam mewujudkan
sistem informasi yang saling bersinergi tentunya
pengembangan-pengembangan sistem di
institusinya
Salah satu kendala utama yang disampaikan
penentu kebijakan dalam mewujudkan sistem yang
sering penulis jumpai adalah beaya pengembangan
sistem dan pegadaan infrastrukturnya. Namun
seringkali kendala ini tidak mendapatkan solusi yang
tepat apabila dihadapkan dengan kebutuhan dan
regulasi yang mensyaratkan penggunaan sistem
informasi. Sebagai langkah praktis untuk
mewujudkan pengadaan sistem dengan membuat
sistem informasi tanpa perencanaan desain dan
proyeksi kebutuhan jangka panjang. Biasanya
sistem hanya dibangun dengan pertimbangan
merubah pekerjaan manual menjadi otomatis
dengan biaya murah. Bahkan sering dijumpai juga
menggunakan sistem informasi yang bersifat retail
untuk suatu instansi yang seharusnya perlu
mengakomodir kebijakan-kebijakan manajemen
lokal sehingga memaksa kebijakan atau peraturan
lokal tersebut hilang karena merujuk software yang
baru yang sebenarnya tidak cocok.
merujuk pada tulisan oleh Bpak Priyo tentang
SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN TERPADU,
dalam pembahasan untuk sistem lain tidak terlalu
jauh beda.
Hal penting yang harus dipertimbangkan dalam
merumuskan konsep dan memilih sistem informasi
berbasis teknologi informasi antara lain:
1. 1. Disain manajemen sistem informasi
berorientasi saat ini dan kedepan.
Disain sistem merupakan kerangka dari arah
perjalanan suatu manajemen. apabila disain tidak
tepat sistem akan menjadi sia-sia dan cepat
kadaluarsa.
1. 2. Sesuai dengan jenis manajemen yang
sedang atau akan dikembangkan.
Kesesuaian antara jenis manajemen dan sistem
yang dikembangkan mutlak diperlukan agar tidak
ada fasilitas dari sistem baru yang tidak berguna
dan semua dapat mengakomodir manajemen yang
ada.
1. 3. Kesiapan sumber daya manusia
ditingkat operator dan manajemen.
Kesiapan disini lebih ditekankan pada penerimaan
SDM untuk bersama-sama dengan manajemen
mengembangkan insitusinya. Karena SDM pertama
yang akan mengoperasionalkan sistem adalah dari
internal institusi sendiri.
1. 4. Kesiapan kebijakan pendukung dan
anggaran biaya dari sisi manajemen.
Kesiapan kebijakan dilevel manajemen merupakan
dasar dari pelaksanaan sistem yang akan
digunakan, tanpa keputusan pengembangan sistem
yang digunakan tidak akan mendapat perhatian dan
pengembangan selanjutnya. Keberhasilan
implementasi sistem juga akan lebih mudah dicapai
dan hasil yang diharapkan dapat meningkatkan
produktifitas akan lebih pasti. Apabila manajemen
sudah memutuskan pengembangan sistem pastilah
anggaran juga sudah dipikirkan. Anggaran untuk
sistem sudah seharusnya dialokasikan selalu ada,
karena sistem juga selalu berjalan dan beroperasi.
Anggaran diawal mungkin sedikit lebih besar, namun
apabila dibandingkan dengan manfaatnya yang
merupakan sesuatu yang angka waktu habis
pakainya lama (karena sangat terkait dengan
kebijakan manajemen, apabila manajemennya selalu
statis dan tidak ada layanan baru sistem juga tidak
perlu diubah. namun hal ini merupakan ciri
manajemen yang buruk apabila tidak ada update
dan pengembangan disisi manajemen). Anggaran
untuk sistem yang rutin dapat disimpan dan
digunakan untuk pengembangan berikutnya,
sehingga apabila saatnya dilakukan pengembangan
sistem tidak ada kendala dari segi dana. Pada
pengembangan awal, setelah desain dibuat dan
disepakati bersama antara manajemen dan
pengembang sistem informasi, tahapan
pengembangan sistem dapat disesuaikan dengan
anggaran dan kemampuan manajemen, sdm dan
sebagainya. (Dengan catatan komitmen tahapan
pengembangan tetap dilaksanakan agar sistem
benar-benar sesuai desain yang direncanakan)
1. 5. Desain sistem informasi terintegrasi /
terpadu.
Point integrasi sudah menjadi syarat utama dalam
merencanakan dan membuat disain dan
pengembanganya, salah satu issue utama dalam hal
integrasi adalah efisiensi dan efektifitas dari sistem
informasi dan kinerja manajemen yang ada.
Apabila 5 hal tersebut sudah menjiwai dalam
pengembangan sistem informasi, dapat diyakini
implementasi akan berjalan lancar dan sistem dapat
tetap digunakan tanpa batas waktu.
Sumber: http://unggul.blogdetik.com/2008/03/05/
pengembangan-sistem-informasi-berbasis-
teknologi-informasi-jangan-asal-punya.amo
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP
AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI
AKUNTANSI
Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia
saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi
telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-
kegiatan bisnis yang, memberikan andil besar
terhadap perubahanperubahan mendasar bagi
struktur, operasi dan manajemen organisasi. Jenis
pekerjaan dan tipe pekerja yang dominan di Jaman
Teknologi Informasi adalah otonomi dan wewenang
yang lebih besar dalam organisasi. Boundaryless
organization adalah kondisi organisasi yang
digunakan dalam teknologi informasi dengan batas-
batas horisontal, vertikal, eksternal dan geografis
yang sehat. Menipisnya batas horisontal
mengakibatkan berkurangnya birokrasi sehingga
organisasi menjadi lebih datar, dan karyawan
menjadi lebih berdaya (empowered employees) dan
menjadikan terwujudnya kerja sama lintas
fungsional dalam memenuhi kebutuhan customers
yang kompleks. Menipisnya batas eksternal
menjadikan perusahaan lebih berfokus ke
penyediaan produk dan jasa yang menjadi
kompetensi intinya (care competence). Untuk
memenuhi kebutuhan customers yang kompleks,
perusahaanmembangun jejar ing organi s a s i
(organization network), yang di dalamnya setiap
perusahaan menjadi anggota jejaring sehingga
mampu menghasilkan value terbaik bagi customers,
karena koordinasi tidak lagi dijalankan melalui
”command and control mode” namun koordinasi
dilaksanakan melalui komunikasi, persuasi dan
kepercayaan (trust). Kekohesivan organisasi
yang menggunakan tim lintas fungsional, dan yang
mempekerjakan karyawan yang berdaya, serta
yang menggunakan jejaring organisasi dalam
mewujudkan tujuan organisasi ditentukan dari
seberapa jelas misi dan visi organisasi dirumuskan
dan keberhasilan pengomunikasian strategi tersebut
kepada seluruh personel organisasi dan seluruh
organisasi dalam jejaring.
Pemberdayaan karyawan yang dilandasi oleh trust-
based relationship antar manajer dan karyawan
menjadikan Information sharing dapat meningkatkan
tuntutan tentang otonomi dan wewenang di
kalangan karyawan,Persuasi menjadi pilihan untuk
menggantikan komando, karena knowledge workers
menjadi dominan dalam mewujudkan visi
organisasi. dalam memacu
komitmen karyawan untuk mengubah strategi
menjadi tindakan nyata.
Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat
dirasakan oleh manusia seperti:
1. Teknologi informasi melakukan otomasi
terhadap suatu tugas atau proses yang
menggantikan peran manusia.
2. Teknologi informasi berperan dalam
restrukturisasi terhadap peran manusia yang
melakukan perubahan-perubahan terhadap
sekumpulan tugas atau proses.
3. Teknologi informasi memiliki kemampuan
untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang
berbeda dalam organisasi dan menyediakan
banyak informasi ke manajer.
4. Teknologi informasi juga memengaruhi
antarmuka-antarmuka organisasi dengan
lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok.
5. Teknologi informasi dapat digunakan
membentuk strategi untuk menuju keunggulan
yang kompetitif (O’Brien, 1996), antara lain:
1. Strategi biaya
Meminimalisir biaya/ memberikan harga yang lebih
murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari
pemasok.
1. Strategi diferansiasi
Mengembangkan cara-cara untuk membedakan
produk/ jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap
pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/
jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
1. Strategi inovasi
Memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau
membuat perubahan yang radikal dalam proses
bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan
yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
1. S t r a t e g i p e r t u m b u h a n
Mengembangkan kapasitas produksi secara
signifikan, melakukan ekspansi ke dalam
pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/
jasa bam, atau mengintegrasikan ke dalam produk/
jasa yang terkait.
1. Strategi aliansi
Membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru
dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan,
dan lain-lain.
Namun ironisnya, pesatnya perkembangan teknogi
informasi tersebut awal mulanya bertolak belakang
dengan sudut pandang Auditor yang menilai bahwa
hubungan bisnis yang wajar adalah jika
dilaksanakan berdasarkan falsafah arm’s length
transaction-yaitu transaksi antara pihakpihak yang
bebas atau independen. Hubungan istimewa (atau
dikenal dengan related party transaction) diyakini
auditor sebagai transaksi yang dapat menimbulkan
ketidakwajaran angka yang dicatat dalam catatan
akuntansi. Padahal transaksi bisnis yang
didasarkan atas arm’s-length transaction dan nilai
dasar ketidakpercayaan merupakan hubungan
bisnis jangka pendek. Masing-masing pihak hanya
mengusahakan agar pada saat transaksi bisnis
terjadi, mereka yang terkait mampu bersikap
businesslike, sehingga masing-masing pihak dapat
memperoleh manfaat dari transaksi yang
dilaksanakan. Apakah di kemudian hari pihak-pihak
yang terkait sekarang akan melaksanakan bisnis,
tergantung dari penentuan syarat-syarat
independensi pada saat transaksi yang akan terjadi
di masa yang akan datang tersebut sedangkan
kemitraan Usaha (Partnered Relationship) untuk
mendobrak mitos tersebut harus menitikberatkan
pada trust building dan core competency di dalam
membangun hubungan kemitraan, baik di dalam
organisasi perusahaan (antara manajer dengan
karyawan dan antar fungsi dalam organisasi)
maupun di antara perusahaan dengan para
pemasok dan mitra bisnisnya.
Sumber: http://nadiapritta.blogspot.com/2010/01/
peranan-teknologi-informasi-terhadap.html
TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI DALAM
MANAJEMEN
Di jaman sekarang ini globalisasi tidak hanya dalam
dunia bidang ekonomi saja, lebih penting dari hal itu
adalah globalisasi dalam bidang informasi. Dengan
adanya perkembangan teknologi yang lebih sering
disebut dengan Teknologi Informasi membuat
seolah dunia ini tanpa batas. Peristiwa yang terjadi
di manca negara dalam hitungan detik sudah bisa
kita ketahui. Semua itu bisa terjadi karena adanya
peran teknologi di dalamnya. Teknologi khususnya
di bidang informasi memegang peranan penting bagi
terciptanya kondisi tersebut. Informasi sudah
menjadi kebutuhan pokok bagi setiap masyarakat di
dunia dalam berbagai kepentingan, baik sosial,
politik pertahanan dan keamanan maupun bisnis.
Bagi sebuah lembaga yang besar kecepatan dan
ketepatan informasi sudah menjadi hal yang wajib di
mana hal ini akan sangat menentukan berbagai
langkah yang akan diambil oleh lembaga tersebut.
Di dunia bisnis, informasi pasar yang menyangkut
perkembangan harga, ketersediaan bahan dan
peluang pasar akan sangat menentukan
perkembangan perusahaan.
Kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan arus
informasi tidak akan bisa terwujud tanpa peran
sebuah teknologi di bidang informasi. Beberapa
negara maju bahkan sudah menerapkan teknologi
tersebut sebagai perangkat pokok dalam rangka
mendukung kinerja pemerintah.
Tujuan mempergunakan Teknologi Informasi (TI)
Dewasa ini teknologi informasi sudah dipergunakan
oleh beberapa perusahaan besar untuk mendukung
operasional perusahaan, dari urusan pekerja,
produksi hingga ke masalah pemasaran. Penerapan
teknologi informasi dari berbagai lembaga
mempunyai tujuan yang berbeda-beda, tergantung
dari visi dan misi lembaga tersebut. Secara umum
tujuan penggunaan teknologi informasi adalah
(Syopiansyah, 2008) untuk mempermudah sebuah
lembaga dalam mengelola lembaga tersebut secara
lebih efektif dan efisien dan merubah cara-cara
dalam berbisnis
Efisiensi
Dengan penggunaan Teknologi informasi diharapkan
terjadi proses efisiensi, dimana berbagai tahapan
dalam pelaksanaan kegiatan tidak lagi
membutuhkan waktu yang lama, biaya yang mahal
dan tidak mengenal jarak. Hal ini akan
mempermudah dan mempercepat kinerja sebuah
lembaga dalam mengambil keputusan.
Efektif
Dengan informasi yang tepat dan akurat sebuah
lembaga bisa lebih mengontrol kinerjanya dalam
mencapai sasaran yang telah ditetapkan, sehingga
sesuai dengan target yang telah disepakati.
Teknologi informasi memungkinkan kita untuk
melakukan aktifitas bisnis selama 24 jam terus
menerus, batas antar negara menjadi makin sempit,
bahkan batasan waktu pun menjadi makin hilang.
Penggunaan teknologi informasi dengan benar
memungkinkan kita untuk bekerja melampaui
rantai-rantai bisnis yang dalam Era Ekonomi Lama
cukup panjang, birokratis dan mahal. Informasi
mampu mengubah pola bisnis secara radikal, yang
memungkinkan setiap perusahaan memiliki akses
usaha dalam skala internasional.
Transformasi
DenganTeknologi informasi dengan sendirinya akan
terjadi proses transformasi, di mana cara kerja
konvensional dan tradisional dengan sendirinya
akan tergantikan olehnya. Sebagai sebuah contoh,
penyampaian sebuah surat tidak harus melalui kurir
yang akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya
yang lebih, tetapi dengan teknologi yang digunakan
akan mempermudah komunikasi seperti yang kita
inginkan tanpa kita harus pergi dari tempat duduk.
Sumberdaya dalam Teknologi Informasi
Dalam mencapai suatu tujuan harus didukung
dengan sumberdaya yang cukup memadai.
Penerapan teknologi informasi harus didukung
dengan berbagai sumberdaya yang harus dipenuhi
untuk mencapai sasaran seperti yang diharapkan.
Beberapa sumberdaya tersebut adalah :
1. Perangkat Keras
Mencakup perangkat komputer beserta
perlengkapannya. Pemenuhan spesifikasi
komputer akan sangat menentukan kinerja
perangkat tersebut.
2. Perangkat Lunak
Yang dimaksud perangkat lunak di sini adalah
software atau aplikasi komputer yang digunakan.
Pemilihan aplikasi komputer harus sesuai degan
maksud dantujuan sebuah organisasi. Sebagai
contoh, penerapan software untuk sebuah sistem
informasi manajemen kepegawaian akan sangat
jauh berbeda dengan sebuah sistem yang
digunakan untuk pemasaran.
1. Brainware/Sumberdaya Manusia
Adanya perangkat keras dan perangkat lunak tidak
akan dapat bekerja dengan tanpa ada orang yang
mengoperasionalkannya. Orang yang sudah terlatih,
mengerti dan memahami karaktertistik sebuah
sistem akan sangat menentukan keberhasilan dari
penerapan sebuah sistem, artinya tidak sembarang
orang bisa mengoperasionalkan sistem tersebut
tanpa dibekali sebuah pengetahuan yang cukup.
1. Pemilihan model/bentuk/jenis Sistem
Informasi
Pemilihan sudah barang tentu akan
mempertimbangkan berbagai kelebihan, kekurangan
serta resiko yang akan dihadapi, sehingga berbagai
hal yang akan mempunyai dampak merugikan
terhadap organisasi akan dapat
diminimalisir.Penyiapan dan Pemilihan
SumberdayaTahapan, selanjutnya adalah
menyiapan segala sarana dan prasarana yang
dibutuhkan termasuk sumberdaya manusia yang
diperlukan. Hal ini untuk menghindari pemakaian
teknologi yang tidak tepat sasaran ataupun sia-sia.
1. Perencanaan Strategis Sistem Informasi
Teknologi berkembang sangat cepat, begitu pula
dengan sebuah sistem. Penggunaan sebuah sistem
harus selalu mengikuti perkembangan.
Perkembangan sebuah sistem diperlukan dalam
rangka pelayanan kepada pihak luar. Berbagai
kemudahan dan fasilitas disediakan seiring dengan
perkembangan teknologi yang bersangkutan. Dalam
mengembangkan sebuah sistem diperlukan sebuah
perencanaan yang matang, sebuah perencanaan
strategis yang mencakup berbagai aspek dan
melibatkan berbagai pihak untuk menanganinya.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi diperlukan
agar sebuah organisasi dapat mengenali target
terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan
sistem informasi manajemen dan menolong untuk
memaksimalkan hasil dari investasi pada bidang
teknologi informasi. Sebuah sistem informasi yang
dibuat berdasarkan Perancangan Startegis Sistem
Informasi yang baik, akan membantu sebuah
organisasi dalam pengambilan keputusan untuk
melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan
pencapian bisnisnya.
Sumber: http://syopian.net/blog/?p=864
Pengembangan sistem informasi berbasis teknologi
informasi
Implementasi sistem informasi berbasis teknologi
informasi dalam bidang tertentu juga sudah sangat
tertinggal apabila hanya sekedar membuat otomatis
tetapi belum dapat bersinergi antara suatu sub
sistem informasi dengan sub sistem informasi
lainnya. analoginya seperti halnya kita sehari-hari
dirumah tidak akan dapat hidup tanpa
berkomunikasi dengan lingkungan. (biasa hal ini
dalam teknologi informasi dikenal dengan enterprise
system yang terintegrasi). apabila kerangka pikir
pengguna di level manajemen atas dan menengah
sudah berusaha untuk ideal dalam mewujudkan
sistem informasi yang saling bersinergi tentunya
pengembangan-pengembangan sistem di
institusinya
Salah satu kendala utama yang disampaikan
penentu kebijakan dalam mewujudkan sistem yang
sering penulis jumpai adalah beaya pengembangan
sistem dan pegadaan infrastrukturnya. Namun
seringkali kendala ini tidak mendapatkan solusi yang
tepat apabila dihadapkan dengan kebutuhan dan
regulasi yang mensyaratkan penggunaan sistem
informasi. Sebagai langkah praktis untuk
mewujudkan pengadaan sistem dengan membuat
sistem informasi tanpa perencanaan desain dan
proyeksi kebutuhan jangka panjang. Biasanya
sistem hanya dibangun dengan pertimbangan
merubah pekerjaan manual menjadi otomatis
dengan biaya murah. Bahkan sering dijumpai juga
menggunakan sistem informasi yang bersifat retail
untuk suatu instansi yang seharusnya perlu
mengakomodir kebijakan-kebijakan manajemen
lokal sehingga memaksa kebijakan atau peraturan
lokal tersebut hilang karena merujuk software yang
baru yang sebenarnya tidak cocok.
merujuk pada tulisan oleh Bpak Priyo tentang
SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN TERPADU,
dalam pembahasan untuk sistem lain tidak terlalu
jauh beda.
Hal penting yang harus dipertimbangkan dalam
merumuskan konsep dan memilih sistem informasi
berbasis teknologi informasi antara lain:
1. 1. Disain manajemen sistem informasi
berorientasi saat ini dan kedepan.
Disain sistem merupakan kerangka dari arah
perjalanan suatu manajemen. apabila disain tidak
tepat sistem akan menjadi sia-sia dan cepat
kadaluarsa.
1. 2. Sesuai dengan jenis manajemen yang
sedang atau akan dikembangkan.
Kesesuaian antara jenis manajemen dan sistem
yang dikembangkan mutlak diperlukan agar tidak
ada fasilitas dari sistem baru yang tidak berguna
dan semua dapat mengakomodir manajemen yang
ada.
1. 3. Kesiapan sumber daya manusia
ditingkat operator dan manajemen.
Kesiapan disini lebih ditekankan pada penerimaan
SDM untuk bersama-sama dengan manajemen
mengembangkan insitusinya. Karena SDM pertama
yang akan mengoperasionalkan sistem adalah dari
internal institusi sendiri.
1. 4. Kesiapan kebijakan pendukung dan
anggaran biaya dari sisi manajemen.
Kesiapan kebijakan dilevel manajemen merupakan
dasar dari pelaksanaan sistem yang akan
digunakan, tanpa keputusan pengembangan sistem
yang digunakan tidak akan mendapat perhatian dan
pengembangan selanjutnya. Keberhasilan
implementasi sistem juga akan lebih mudah dicapai
dan hasil yang diharapkan dapat meningkatkan
produktifitas akan lebih pasti. Apabila manajemen
sudah memutuskan pengembangan sistem pastilah
anggaran juga sudah dipikirkan. Anggaran untuk
sistem sudah seharusnya dialokasikan selalu ada,
karena sistem juga selalu berjalan dan beroperasi.
Anggaran diawal mungkin sedikit lebih besar, namun
apabila dibandingkan dengan manfaatnya yang
merupakan sesuatu yang angka waktu habis
pakainya lama (karena sangat terkait dengan
kebijakan manajemen, apabila manajemennya selalu
statis dan tidak ada layanan baru sistem juga tidak
perlu diubah. namun hal ini merupakan ciri
manajemen yang buruk apabila tidak ada update
dan pengembangan disisi manajemen). Anggaran
untuk sistem yang rutin dapat disimpan dan
digunakan untuk pengembangan berikutnya,
sehingga apabila saatnya dilakukan pengembangan
sistem tidak ada kendala dari segi dana. Pada
pengembangan awal, setelah desain dibuat dan
disepakati bersama antara manajemen dan
pengembang sistem informasi, tahapan
pengembangan sistem dapat disesuaikan dengan
anggaran dan kemampuan manajemen, sdm dan
sebagainya. (Dengan catatan komitmen tahapan
pengembangan tetap dilaksanakan agar sistem
benar-benar sesuai desain yang direncanakan)
1. 5. Desain sistem informasi terintegrasi /
terpadu.
Point integrasi sudah menjadi syarat utama dalam
merencanakan dan membuat disain dan
pengembanganya, salah satu issue utama dalam hal
integrasi adalah efisiensi dan efektifitas dari sistem
informasi dan kinerja manajemen yang ada.
Apabila 5 hal tersebut sudah menjiwai dalam
pengembangan sistem informasi, dapat diyakini
implementasi akan berjalan lancar dan sistem dapat
tetap digunakan tanpa batas waktu.
Sumber: http://unggul.blogdetik.com/2008/03/05/
pengembangan-sistem-informasi-berbasis-
teknologi-informasi-jangan-asal-punya.amo

0 komentar:
Posting Komentar